Google secara agresif memperluas Gemini AI ke dalam platform TV-nya, menghadirkan fitur-fitur seperti pengeditan foto dan video otomatis langsung ke layar lebar. Langkah ini, yang diumumkan pada CES 2026 di Las Vegas, mewakili dorongan signifikan untuk menjadikan interaksi AI sebagai bagian inti dari pengalaman TV – baik pengguna secara aktif mencarinya atau tidak.
Fitur yang Didukung AI Kini Tersedia di TV
Integrasi ini melampaui perintah suara dasar. Gemini di Google TV kini memungkinkan pengguna untuk:
- Ngobrol dengan AI seperti di ponsel atau laptop, menggunakan ikon bintang untuk aktivasi.
- Terima rekomendasi hasil personalisasi tentang apa yang harus ditonton.
- Kontrol pengaturan TV (kecerahan, volume) dengan perintah suara.
- Akses Google Foto langsung di TV.
- Hasilkan saran pencarian tindak lanjut untuk penelitian lebih dalam.
Tambahan utamanya adalah kemampuan untuk mengedit dan membuat foto dan video menggunakan model Nano Banana dan Veo 3 AI Google. Hal ini termasuk menerapkan filter artistik (lukisan cat minyak, art deco) pada gambar yang sudah ada, serta menghasilkan konten yang benar-benar baru melalui petunjuk.
Model AI Generatif Menjadi Pusat Perhatian
Google telah banyak berinvestasi dalam AI generatif. Veo 3 adalah model besar pertama yang menyertakan audio tersinkronisasi dengan video, sementara Nano Banana Pro menghasilkan gambar yang sangat realistis. Kini, kemampuan ini sedang ditransfer ke TV, memungkinkan pengguna untuk me-remix foto dan membuat konten baru langsung di layar yang lebih besar.
Untuk mentransfer gambar dari ponsel, pengguna memindai kode QR dan mengucapkan perintahnya dengan lantang. Google menyarankan fitur ini ditujukan untuk penggunaan kelompok, seperti hiburan keluarga atau pesta, daripada pengeditan individu.
Kompatibilitas dan Peluncuran
Fitur Gemini AI baru akan tersedia di TV yang menjalankan Android TV OS 14 atau lebih baru. Peluncuran dimulai pada perangkat TCL tertentu, dengan ketersediaan lebih luas di seluruh TV yang diberdayakan Google direncanakan dalam beberapa bulan mendatang. Google belum mengungkapkan batasan apa pun pada penggunaan AI, namun pembatasan generasi mungkin berlaku.
Ekspansi AI yang agresif ke dalam ekosistem TV menimbulkan pertanyaan tentang agensi pengguna dan masa depan hiburan. Meskipun Google membingkainya sebagai kenyamanan, beberapa pengguna mungkin menganggap integrasi AI yang terus-menerus mengganggu. Kepercayaan perusahaan terhadap pengalaman berbasis AI menunjukkan visi jangka panjang di mana televisi menjadi lebih dari sekadar layar: televisi menjadi pusat yang interaktif dan generatif.




























