Ketentuan TikTok yang Diperbarui: Apa yang Anda Setuju

17

TikTok baru-baru ini memperbarui Ketentuan Layanannya, yang memicu gelombang kekhawatiran pengguna. Pembaruan ini, yang muncul bersamaan dengan peralihan kepemilikan ke entitas yang mayoritas penduduknya di AS, telah menimbulkan pertanyaan tentang praktik pengumpulan data – khususnya, apakah platform tersebut sekarang melacak informasi pribadi yang sensitif seperti ras, identitas gender, dan status imigrasi.

Masalah Utama: Pengumpulan Data Masih Meluas

Jawaban singkatnya: Kebijakan Privasi TikTok yang diperbarui tidak mengubah pengumpulan data yang ada secara mendasar. Platform sudah berhak memindai konten buatan pengguna – postingan, komentar, streaming langsung, bahkan konten dalam tahap “pra-unggah” – untuk mengumpulkan data tentang pengguna. Ini mencakup detail sensitif seperti orientasi seksual, diagnosis kesehatan mental, dan status imigrasi.

Perubahan utama terletak pada kejelasan. TikTok kini secara eksplisit mengakui bahwa mereka mengumpulkan data lokasi yang tepat (kecuali pengguna memilih untuk tidak ikut serta) dan mengakui kepatuhan terhadap undang-undang seperti California Consumer Privacy Act (CCPA). Kedua versi kebijakan tersebut menyatakan bahwa TikTok dapat mengumpulkan informasi dari segala bentuk konten pengguna, bahkan jika pengguna berusaha menganonimkannya dengan filter.

TikTok dapat melihat filter wajah atau suara sebelumnya, dan algoritmenya memantau konten bahkan sebelum dipublikasikan untuk menyarankan audio yang sedang tren atau menghasilkan tagar.

Apa yang Baru di Pembaruan?

Selain pengakuan eksplisit atas pelacakan lokasi, pembaruan ini memperkenalkan dua perubahan penting:

  1. Iklan Pihak Ketiga: TikTok kini mengizinkan “iklan khusus dan konten bersponsor” dari pihak ketiga berdasarkan data pengguna, tidak hanya mencakup iklan dalam aplikasi hingga mencakup penargetan di luar platform.
  2. Peraturan AI Generatif: Platform ini telah menambahkan peraturan yang mengatur konten yang dihasilkan AI, melarang kreasi AI yang menyesatkan atau tidak diberi label, dan membatasi interferensi terhadap alat AI milik TikTok.

Mengapa Ini Penting

Pengumpulan data sensitif yang terus menerus menimbulkan kekhawatiran privasi yang sah. Meskipun TikTok menyatakan bahwa mereka memproses informasi ini sesuai dengan undang-undang yang berlaku, banyaknya data yang dikumpulkan – termasuk detail yang berpotensi mengidentifikasi – masih menjadi perdebatan. Pembaruan ini tidak mengubah apa yang dikumpulkan TikTok, namun memperjelas bagaimana cara melakukannya.

Pergeseran Kepemilikan

Pembaruan ini dilakukan bersamaan dengan meningkatnya pengawasan pemerintah AS terhadap TikTok, yang didorong oleh kekhawatiran akan keamanan nasional dan kekhawatiran akan pengaruh asing. Struktur kepemilikan baru bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut, namun tidak menghilangkan praktik pengumpulan data yang mendasarinya. Faktanya, kepemimpinan baru TikTok telah mengumumkan rencana untuk melatih kembali algoritme rekomendasi kontennya dengan fokus yang berpusat pada AS.

Ketentuan Layanan yang diperbarui ini merupakan pengingat bahwa model bisnis TikTok sangat bergantung pada data pengguna. Apakah data tersebut digunakan secara bertanggung jawab – dan apakah data tersebut dapat diakses oleh pemerintah asing – masih menjadi pertanyaan terbuka.

Kesimpulan: Ketentuan baru TikTok tidak memperkenalkan pengumpulan data baru yang radikal, namun memperkuat praktik yang sudah ada dan menjadikannya lebih transparan. Pengguna yang mengkhawatirkan privasinya harus meninjau kebijakan tersebut dengan cermat dan menyesuaikan pengaturannya.