Pabrikan ponsel pintar Tiongkok, Honor, akan memperkenalkan robot layanan humanoid pertamanya pada acara peluncurannya di Mobile World Congress (MWC) di Barcelona pada tanggal 1 Maret, bersamaan dengan prototipe kerja dari “Robot Phone” yang inovatif dan perangkat tablet baru. Langkah ini menandakan ekspansi signifikan di luar barang elektronik konsumen dan menempatkan Honor sebagai pemain awal di pasar robotika yang berkembang pesat.
Bangkitnya Robot Humanoid
Pasar global untuk robot humanoid sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Menurut International Data Corporation (IDC), pendapatan melonjak 508% year-on-year pada tahun 2023, didorong oleh terobosan dalam kecerdasan buatan. Meskipun AS tertinggal, perusahaan Tiongkok seperti Agibot dan Unitree saat ini memimpin dalam hal ini, dengan mengirimkan unit humanoid yang berfungsi.
Sebagian besar humanoid yang ada ditargetkan untuk kasus penggunaan industri atau profesional. Namun, masuknya Honor menunjukkan ambisi untuk melampaui aplikasi ini, dan berpotensi membawa robot lebih dekat ke lingkungan konsumen sehari-hari.
Apa yang Diharapkan dari Robot Honor
Detail mengenai robot Honor masih terbatas. Perusahaan telah merilis video buatan AI yang menggambarkan humanoid dengan aksen biru bersinar berinteraksi dengan konsep Telepon Robotnya. Apakah presentasi MWC akan menampilkan prototipe yang berfungsi penuh atau demonstrasi lainnya masih belum jelas.
Investasi Strategis pada AI
Keterlibatan Honor dalam bidang robotika didasarkan pada investasi AI sebesar $10 miliar yang diumumkan sebelumnya pada tahun lalu. Perusahaan berharap mendapatkan keunggulan sebagai penggerak pertama di pasar yang kompetitif, memanfaatkan keahliannya dalam teknologi seluler untuk mempercepat pengembangan robot.
Dengan memasuki bidang robotika sekarang, Honor dapat menyiapkan landasan bagi integrasi masa depan antara perangkat seluler dan sistem robotiknya.
Pembicaraan utama perusahaan di MWC akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kemajuannya dalam usaha baru ini. CNET akan berada di lokasi untuk menyampaikan pembaruan terkini.
Ekspansi pesat ke bidang robotik yang dilakukan oleh produsen ponsel besar menyoroti bagaimana AI mengubah industri, dan menunjukkan bahwa masa depan teknologi seluler mungkin tidak hanya mencakup ponsel pintar.





























