Perplexity AI Meluncurkan Alat Belanja yang Ditingkatkan Menjelang Black Friday

6

Perplexity, platform pencarian dan obrolan yang didukung AI, telah meningkatkan fitur belanjanya secara signifikan tepat pada saat puncak musim belanja liburan. Alat-alat baru ini, tersedia bagi semua pengguna tanpa biaya, bertujuan untuk melampaui daftar produk tradisional yang banyak jumlahnya dan menciptakan pengalaman belanja yang lebih intuitif dan komunikatif.

Belanja Percakapan dan Personalisasi

Perubahan intinya adalah pergeseran menuju interaksi bahasa alami. Daripada memilah-milah halaman produk yang tak ada habisnya, pengguna kini dapat mendiskusikan kebutuhan mereka dengan AI. Kebingungan akan membimbing mereka untuk menyaring pencarian mereka, mengajukan pertanyaan klarifikasi untuk menentukan item yang ideal.

Yang penting, sistem mengingat percakapan sebelumnya. Hal ini memungkinkan Perplexity untuk menawarkan rekomendasi yang semakin dipersonalisasi, belajar dari preferensi dan pencarian sebelumnya. Perusahaan membingkai ini sebagai solusi terhadap pengalaman “tanpa kegembiraan” saat menelusuri jaringan produk generik tanpa henti.

Kartu Produk Cerdas dan Checkout yang Efisien

Pengalaman berbelanja yang diperbarui juga dilengkapi dengan “kartu produk cerdas” yang ditingkatkan. Kartu ini menyaring informasi penting—harga, spesifikasi, dan ulasan—ke dalam format yang mudah dicerna. Ini dirancang untuk mengurangi kebisingan dan memunculkan opsi terbaik dengan lebih cepat.

Perplexity juga memanfaatkan kemitraan sebelumnya dengan PayPal untuk menyederhanakan pembayaran. Integrasi ini menjanjikan transisi yang lebih lancar dari penemuan ke pembelian.

Bangkitnya Belanja yang Didukung AI

Langkah ini menggarisbawahi tren yang berkembang: konsumen beralih ke chatbot AI untuk bantuan berbelanja. Perusahaan seperti Perplexity, Google (dengan Gemini), dan OpenAI (dengan ChatGPT) dengan cepat memperluas platform mereka untuk memenuhi permintaan ini. Fitur-fiturnya sekarang mencakup pelacakan harga otomatis (pembelian Gemini ketika target tercapai) dan kemampuan penelusuran agen (Perplexity Comet mengisi keranjang belanja secara mandiri).

Hal ini terjadi karena alat AI kini tidak hanya dapat menemukan produk tetapi juga menangani sebagian besar proses pengambilan keputusan dan pembelian bagi pengguna. Integrasi AI ke dalam e-commerce tidak lagi mungkin terjadi di masa depan; hal ini terjadi secara real-time, terutama menjelang Black Friday.

Pergeseran ini mencerminkan tren platform AI yang lebih luas yang berkembang dari sekadar pengambilan informasi menjadi asisten belanja aktif, sehingga mengaburkan batas antara pencarian, rekomendasi, dan transaksi.